Brasted "One" Year
Tanggal 10 Maret ini genap sudah satu tahun kami sekeluarga tinggal di "Brasted" Street. Sudah pasti ada suka dan duka serta pengalaman dan peristiwa yang kami alami selama setahun itu. Satu hal yang pasti, unit ini serasa "Home sweet Home" meskipun masih sewa alias bukan milik sendiri. Ah jadi keingat waktu dapatin apartemen ini tahun lalu. Sistem sewa rumah disini sebagian besar melalui broker. Kita harus lihat rumahnya terus ajukan formulir dan kalau ada peminta lebih dari satu akan ditentukan oleh pemiliknya (sesuai dengan pertimbangan mereka). Unit Brasted ini kita lihat nomor satu, tapi posisi urutan formulir kita paling akhir itupun masih cadangan. Baru pada putaran kedua, setelah tidak ada yg diterima, kita masukkan lagi dan Alhamdulillah dapat rezeki..
February 20 tahun lalu kita datang untuk pertama kali ke Brisbane. Berhubung belum ada arrangement untuk rumah, kita diberi tempat tinggal sementara di Toowong Inn di belakang Toowong Village Shopping Centre. Lokasinya cukup enak karena dekat dengan segala fasilitas, belanja tinggal jalan kaki, ada dokter, station bus, kereta dan ferry City Cat. Maunya tinggal disitu terus kalau bisa, tapi khan mahal banget kalau itungannya perhari. Lagi pula kita hanya punya jatah 2 minggu. Jadinya harus cepat2 cari tempat tinggal betulan.
Sesuai dengan aturan main cari rumah disini, calon tenant atau calon penghuni rumah harus memenuhi beberapa syarat untuk bisa menyewa unit atau rumah. Yang paling penting adalah harus punya ID, rekening bank, nomor telepon dan referensi. Itu baru yg utama, kalau punya driving lisence dan identitas lainnya bisa menjadi nilai lebih tenant dalam seleksi menjadi penyewa. Artinya semakin bonafide calon penyewanya, semakin besar peluang untuk diterima aplikasi sewa rumahnya..Ah jadi seperti ngelamar kerjaan aja. Anyway, sebagai New Comer kita belum punya banyak kelebihan itu apalagi identitas lokal. Jadilah seminggu pertama itu kita sibuk untuk buka account Bank, account telepon mobile, dapatin kartu UQ, dan cari-cari iklan vacancy. Identitas sih bisa saja pakai passport, referensi dari kantor, tapi syarat lainnya belum punya.
Alhasil kita baru dapat rumah setelah cari-cari selama 3 minggu. Sempat extented di Towwong Inn untuk minggu ke-3, karena jatahnya cuma 2 minggu. Selama cari-cari rumah itu ada 5 sampai 6 kali keliling, termasuk yang pertama adalah di Brasted itu. Pernah sempat kesengsem sekali dengan satu rumah di Toowoong, tapi ternyata aplikasi kita ditolak dengan alasan yang punya rumah tidak suka kalau penyewanya punya anak kecil.. Ah ada-ada aja, masa sih nggak senang anak-anak. Ternyata alasan itu belum seberapa karena ada teman yg bilang bahwa mereka pernah ditiolak dengan alsan pemiliknya tidak suka Asian people, wah ini rasial banget..
Akhirnya setelah minggu ke-3 kita dapakan Brasted ini, lega dan plong rasanya dengan keputusan ini. Kita tetapkan pilihan ini juga karena sudah capai mencari dan dari beberapa pertimbangan yg kita prioritaskan rasanya sudah cocok. Pokoknya yg utama adalah sesuai dengan budget, dekat sekolah Nadya, tidak jauh2 dari fasilitas umum, dan satu lagi jangan gedung tua, karena khawatir kalau semakin tua umur gedung semakin banyak dan besar resiko yg bisa terjadi. Thanks God, we have been fine so far. Alhamdulillah.


2 Comments:
finally...bumil satu ini ngapdet juga.
Alhamdulillah kita juga dikasih sempet ketemuan dan makan-makan di Brasted...
InsyaAllah masih ada kesempetan buat ketemuan sama makan-makan lagi ya...
Waa...gampang2 susah ya cari rumah...banyak aturannya juga...ada yg rasis gituh walah....
tapi sekarang dah betah ya tinggal disitu...engga pindah2 lagi kan...wah..kalo hrs pindah2 lagi repot bgt ya...kasian anak2 juga...
Lho mba Anni lagi hamil juga ya..wa..aku ketinggalan info neh..maklum baru beredar jd ketinggalan hehe..selamat..selamat ya...
Post a Comment
<< Home